Kabupaten Agam
Pemerintahan
22 Juli 2026
Pemkab Agam Percepat Pembangunan 160 Huntap, Sertifikasi Lahan Jadi Kunci
Sumber :
diskominfo.agam
AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam mempercepat realisasi pembangunan 160 unit hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi setelah memperoleh dukungan lahan seluas sekitar 1,5 hektare dari PT Pelalu Raya di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi meninjau langsung lokasi pembangunan huntap, Rabu (22/7), untuk memastikan kesiapan lahan dan percepatan proses pembangunan bagi masyarakat terdampak bencana.
Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Ruhyat, mengatakan hasil kajian Badan Geologi menyatakan lahan tersebut layak untuk pembangunan. Namun, pihaknya menyaratkan lahan harus telah bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Agam sebelum pembangunan dimulai.
“Sayang sekali jika kesempatan ini terlewat, karena masyarakat Agam sangat membutuhkan huntap pascabencana,” kata Ruhyat.
Ia menjelaskan, bantuan yang disiapkan Yayasan Buddha Tzu Chi berupa 160 unit huntap berukuran 6 x 6 meter menggunakan material sepablock. Setiap unit akan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, serta diupayakan dilengkapi perabot dasar rumah tangga.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan pemerintah daerah segera menyelesaikan proses administrasi dan sertifikasi lahan agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
“Alhamdulillah, kini lahan seluas sekitar 1,5 hektare sudah tersedia berkat partisipasi PT Pelalu Raya. Pemerintah daerah akan segera menuntaskan proses sertifikasi lahan agar pembangunan dapat segera dimulai,” ujarnya.
Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan PT Pelalu Raya atas dukungan yang diberikan dalam upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, menyebut kebutuhan lahan untuk pembangunan 160 unit huntap mencapai sekitar dua hektare, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 0,5 hektare.
“Kita akan segera mencari tambahan lahan agar seluruh rencana pembangunan 160 unit huntap dapat direalisasikan,” kata Rinaldi.
Pembangunan huntap ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, sehingga para korban dapat kembali menempati rumah yang aman, layak, dan nyaman.