Kabupaten Agam
Perikanan
29 Juli 2026
KKP dan Pemkab Agam Bekerja Sama Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana
Sumber :
diskominfo.agam
Agam — Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bergerak cepat melakukan Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) sektor kelautan dan perikanan pascabencana alam di Provinsi Sumatera Barat.
Langkah pemulihan ini diawali dengan kunjungan kerja Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP KKP, Budi Yuwono, yang disambut langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis, di Mess Pemkab Agam, Belakang Balok, Bukittinggi, pada Jumat (23/7).
Peninjauan langsung oleh tim KKP ini bertujuan untuk memetakan dampak bencana secara akurat, khususnya pada usaha budidaya dan pengolahan hasil perikanan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Budi Yuwono menegaskan pentingnya data lapangan agar bantuan pusat tidak salah sasaran.
"Kami ingin melihat secara langsung kondisi di lapangan agar dapat mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Dengan demikian, bantuan yang diberikan nantinya benar-benar tepat sasaran, baik untuk pemulihan sektor budidaya maupun pengolahan hasil perikanan," ujar Budi.
Berdasarkan pemaparan Bupati Agam, Benni Warlis, kerusakan cukup signifikan melanda sejumlah sentra budidaya dan pengolahan ikan, terutama di wilayah Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Palembayan.
Kondisi mendesak ini membuat Pemkab Agam sangat bergantung pada intervensi pemerintah pusat agar roda perekonomian warga dapat kembali berputar.
"Kondisi ini tentu membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Bantuan dari KKP sangat diharapkan agar aktivitas budidaya maupun pengolahan ikan dapat kembali berjalan sehingga perekonomian masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor ini bisa segera bangkit," ungkap Bupati.
Selain fokus pada penanganan darurat pascabencana, Bupati Agam juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan limbek salai, produk olahan ikan khas daerah yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi.
Pemkab Agam berharap sinergi dengan KKP tidak berhenti pada pemulihan fisik sarana-prasarana saja, melainkan berlanjut hingga pengembangan industri pengolahan ikan lokal, termasuk penguatan legalitas dan identitas produk khas Agam di pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi erat antara pusat dan daerah ini, Pemkab Agam optimistis sektor perikanan daerah tidak hanya segera pulih, tetapi juga mampu bangkit menjadi lebih kuat dan sejahtera.