Kabupaten Agam
Bencana
29 Juli 2026
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Longsor, dan Jalan Amblas di Dua Nagari di Malalak
Sumber :
diskominfo.agam
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sabtu (25/7), menyebabkan banjir, tanah longsor, dan jalan amblas di Nagari Malalak Timur dan Nagari Malalak Utara. Sejumlah akses jalan terdampak, dengan satu ruas tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Agam, banjir di Nagari Malalak Timur terjadi sekitar pukul 16.05 WIB di kawasan Gudang, Jorong Subarang Pakan Usang. Genangan air setinggi sekitar 20 sentimeter mengakibatkan akses jalan sulit dilalui, terutama oleh kendaraan roda dua.
Selain itu, curah hujan juga mengakibatkan badan jalan di Jorong Limo Badak amblas sehingga akses kendaraan roda empat terputus dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Di Nagari Malalak Utara, hujan deras yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB memicu tanah longsor di ruas Jalan Sigiran–Campago. Material longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang sekitar 7 meter menutupi sebagian badan jalan. Meski demikian, arus lalu lintas masih dapat diberlakukan dengan sistem buka tutup.
Banjir juga terjadi di jembatan menuju Sigiran dari arah Campago dengan ketinggian genangan sekitar 20 sentimeter. Peristiwa tersebut menyebabkan pengikisan bahu jalan, namun akses kendaraan masih dapat dilalui dengan kehati-hatian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari sesaat setelah menerima laporan kejadian.
“Begitu menerima informasi, tim BPBD langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari terkait situasi di lapangan. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi di lokasi dan menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujar Rahmad Lasmono.
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, agar tetap waspada terhadap potensi banjir maupun longsor apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
.
Hingga Sabtu malam, kondisi cuaca di wilayah terdampak dilaporkan telah membaik dan genangan banjir di Nagari Malalak Utara telah surut. Pembersihan material longsor di ruas Jalan Sigiran–Campago telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Nagari dan akan dilaksanakan secara gotong royong, sementara BPBD Kabupaten Agam terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keamanan dan pemulihan akses masyarakat.