Kabupaten Agam
UMKM
15 Oktober 2026
Kementerian UMKM Dampingi 638 UMKM Pascabencana, 304 di Antaranya dari Agam
Sumber :
diskominfo.agam
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendampingi 638 pelaku UMKM di Regional 1 Sumatera Barat untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas akses pembiayaan pascabencana. Dari jumlah tersebut, 304 peserta berasal dari Kabupaten Agam.
Kegiatan bertajuk Pendampingan Penguatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan bagi Wirausaha Pascabencana ini dilaksanakan di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan peserta dari Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, dan Lima Puluh Kota, Kamis (15/10).
Sekretaris Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, Rahmadi, S.Sos., M.Si., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa pemulihan usaha pascabencana perlu diarahkan pada penguatan fondasi usaha agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, optimalisasi proses produksi, penjagaan kualitas produk, serta penyesuaian kapasitas produksi dengan kebutuhan pasar. Pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai alternatif sumber permodalan, kelengkapan administrasi dan legalitas usaha, serta pengelolaan keuangan untuk meningkatkan kesiapan mengakses pembiayaan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. Endrizal, S.E., M.Si., Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Agam, Endrimelson.
Narasumber berasal dari Kementerian UMKM, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inkubator bisnis, fungsional PLUT, mitra perbankan, pelaku usaha, dan praktisi.
Kadis Koperasi UKM Agam, Endrimelson, menyebutkan bahwa penguatan kapasitas produksi dan perluasan akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam membantu pelaku UMKM bangkit dan mengembangkan kembali usahanya setelah terdampak bencana.
“Keberhasilan pemulihan wirausaha pascabencana dapat dilihat dari meningkatnya kapasitas produksi, membaiknya omzet, terbukanya akses pasar, serta semakin kuatnya kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya,” ujarnya.
.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu memulihkan sumber penghidupan keluarga, menjaga keberlangsungan usaha, membuka peluang kerja, serta berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi daerah.