Kaba Nagari
|
50 hari yang lalu
Enam Ketua Bundo Kanduang Nagari Masuk Nominasi, Peninjauan Lapangan Akan Dilaksanakan
Sumber :
diskominfo.agam
Agam – Enam Ketua Bundo Kanduang Nagari masuk nominasi Lomba Expose Ketua Bundo Kanduang Nagari Kabupaten Agam. Tim juri dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke masing-masing nagari pada 4 hingga 6 Agustus 2026 untuk menentukan peringkat juara.
Enam peserta yang lolos nominasi tersebut berasal dari Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek; Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso; Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek; Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Pua; Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto; dan Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.
Peninjauan lapangan menjadi tahapan lanjutan setelah sebelumnya 16 Ketua Bundo Kanduang Nagari dari 16 kecamatan mengikuti Lomba Expose yang digelar Perkumpulan Bundo Kanduang (BK) Minangkabau Kabupaten Agam bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam di Rumah Dinas Bupati Agam, Belakang Balok, Kota Bukittinggi, Kamis (30/7/2026).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Alfiandri, mengatakan lomba tersebut merupakan salah satu upaya memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau dapat terus dipertahankan, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Penilaian lanjutan dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari Bundo Yennovita dari Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Provinsi Sumatera Barat, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau Kabupaten Agam Bundo Asnita Thamrin, serta Bundo Rinahartati selaku Wakil Ketua Bidang Pendidikan Hukum Adat Bundo Kanduang Kabupaten Agam.
Peninjauan lapangan akan menjadi dasar bagi tim juri dalam menentukan juara I hingga juara harapan III. Penilaian juga diharapkan dapat melihat secara langsung penerapan peran Bundo Kanduang dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat di masing-masing nagari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan Minangkabau dalam mempertahankan adat dan budaya, sekaligus mendorong nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi penerus.