Kabupaten Agam
Pemerintahan
23 Oktober 2025
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Anggota DPD RI, Irman Gusman: Teguhkan Nilai-Nilai Kebangsaan dari Nagari
Sumber :
Diskominfo Agam
Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sekaligus ajang silaturahmi Wali Nagari se-Kabupaten Agam bersama Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H. Irman Gusman, S.E., M.B.A., di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Kamis (23/10).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Dr. Mhd. Lutfi AR, SH, M.Si, para kepala OPD, camat, serta wali nagari se-Kabupaten Agam.
Dalam sambutannya, Sekda Agam Dr. Mhd. Lutfi AR menyampaikan apresiasi atas kehadiran Irman Gusman di Kabupaten Agam. Ia menegaskan bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan di tingkat nagari.
"Empat pilar kebangsaan — Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — menjadi landasan moral, politik, dan sosial bagi seluruh masyarakat, termasuk di nagari,” ujar Sekda.
Sementara itu, Irman Gusman dalam pemaparannya yang bertajuk “Meneguhkan Nilai-Nilai Kebangsaan dari Nagari” menekankan bahwa nagari memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa.
“Sejumlah perumus Pancasila berasal dari Minangkabau. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai kebangsaan sejatinya tumbuh dari kearifan lokal yang ada di nagari,” tuturnya.
Irman juga menjelaskan bahwa sosialisasi ini memiliki makna substansial dalam menanamkan nilai kesatria, kecintaan, dan keberanian dalam bernegara. Ia menyinggung berbagai tantangan kebangsaan masa kini seperti krisis kepercayaan, krisis etika, serta tantangan ekonomi dan keadilan sosial.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pancasila harus hidup dalam nadi kehidupan nagari, menjadi pedoman dalam bertindak dan bermasyarakat. Ia juga menyoroti makna NKRI sebagai kesatuan dalam otonomi, bukan penyeragaman, yang memberi ruang bagi daerah untuk tumbuh sesuai karakter dan budaya masing-masing.
Dalam penutup paparannya, Irman menekankan peran sentral wali nagari sebagai pemimpin dan manajer pembangunan. Nagari, katanya, bukan hanya unit administratif, tetapi juga subjek pembangunan ekonomi dan sosial. Ia mendorong penguatan kolaborasi tungku tigo sajarangan dan revitalisasi ruang publik seperti surau dan lapau sebagai pusat pembentukan nilai dan karakter masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali nagari semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap kebijakan serta pembangunan di tingkat nagari, demi memperkokoh persatuan dan keutuhan NKRI.