Kabupaten Agam
Adat
04 Juli 2025
Sillaturrahmi dan Pembinaan Bundo Kanduang Kecamatan Banuhampu: Tegaskan Peran Strategis BK di Tengah Masyarakat
Sumber :
diskominfo agam
Dalam upaya menyamakan pemahaman tentang peran dan tanggung jawab organisasi Bundo Kanduang (BK) di tengah masyarakat, Pengurus BK Kecamatan Banuhampu menggelar kegiatan sillaturrahmi dan pembinaan pada Jumat (4/7) di Aula Kantor Camat Banuhampu.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Banuhampu, Ridwan, S.STP dan diikuti oleh sekitar 50 orang pengurus BK kecamatan serta dihadiri oleh Ketua BK Agam, Bundo Asnita Thamrin, S.Sos, Anggota BK Agam Bundo Desriwati, Ketua BK Kecamatan Bundo Hj. Dra. Zahara Daiman, Ketua Penasehat BK Kecamatan Ica Ridwan, Ketua BK dari Tujuh Nagari se-Kecamatan Banuhampu.
Ketua BK Agam, Bundo Asnita Thamrin dalam materinya menegaskan pentingnya peran Bundo Kanduang dimulai dari keluarga kecil hingga ke tengah masyarakat.
“Tugas dan kewajiban kita sebagai Bundo Kanduang harus kita pahami dan amalkan dari diri sendiri dan keluarga kecil terlebih dahulu. Karena kitalah yang akan menjadi contoh bagi pengurus BK di tingkat nagari,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, BK di tingkat Kecamatan memiliki fungsi penting sebagai jembatan informasi dari Kabupaten ke Nagari.
“Apa pun informasi dari Kabupaten Agam, terutama dari tingkat provinsi, harus kita teruskan dan sampaikan dengan baik ke BK nagari. Inilah salah satu tujuan kita berkumpul dalam kegiatan sillaturrahmi ini,” jelasnya.
Bundo Desriwati, yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan materi tentang administrasi dan penyusunan program kerja dalam organisasi Bundo Kanduang.
“BK sebagai organisasi tidak hanya menjalankan nilai-nilai adat, tapi juga harus tertib administrasi dan punya arah yang jelas dalam program kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BK Kecamatan Banuhampu, Bundo Hj. Dra. Zahara Daiman, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memperkuat peran BK di Banuhampu dalam pelestarian adat dan budaya.
“Perempuan Minang itu tiangnya adat. Kalau bukan kita yang menjaga adat salingka nagari, siapa lagi? Maka dari itu mari kita perkuat pemahaman, tingkatkan komunikasi, dan terus berbuat untuk masyarakat,” katanya.
Pembinaan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkaya ilmu dan memperkuat jejaring antarpengurus BK dalam menjaga marwah perempuan Minangkabau di tingkat kecamatan hingga nagari.