Kabupaten Agam
Pemerintahan
23 Oktober 2025
Irman Gusman Dorong Sinergi Ranah dan Rantau, Bupati Agam Paparkan Program Unggulan dan Peluang Investasi Daerah
Sumber :
Diskominfo agam
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, H. Irman Gusman, SE., MBA, melakukan kunjungan ke Kabupaten Agam, Kamis (23/10).
Dalam kunjungan tersebut, ia disambut oleh Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, yang memaparkan berbagai program unggulan dan potensi investasi strategis daerah.
Dalam paparannya, Bupati Benni menyampaikan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam, antara lain Sawah Pokok Murah, Bangkik dari Surau, Sholat Champion, serta Nagari Creative Hub berbasis masjid.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, adat istiadat, serta ekonomi kreatif masyarakat.
“Melalui Nagari Creative Hub berbasis masjid, kita ingin menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat, tempat lahirnya ide dan inovasi, baik dalam bidang keagamaan, sosial, budaya, maupun ekonomi,” jelas Bupati.
Selain program sosial dan keagamaan, Pemkab Agam juga tengah gencar mendorong sektor pariwisata dan investasi daerah.
Fokus utama pengembangan diarahkan pada kawasan Danau Maninjau, khususnya melalui proyek pengembangan kawasan wisata Linggai yang menjadi ikon wisata air dan alam Kabupaten Agam.
Selain itu, pengembangan wisata Pantai Bandar Mutiara di Kecamatan Tanjung Mutiara juga menjadi prioritas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir.
Di hadapan anggota DPD RI, Bupati Benni menegaskan bahwa Pemkab Agam terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan menyiapkan dokumen pendukung seperti, studi kelayakan, dan master plan di berbagai sektor unggulan.
Menanggapi hal itu, H. Irman Gusman mengapresiasi langkah Pemkab Agam yang memadukan pembangunan ekonomi, sosial, dan keagamaan dalam satu arah kebijakan.
Ia menekankan pentingnya data sebagai aset paling berharga dalam pembangunan daerah.
“Data adalah aset terpenting saat ini. Contohnya, Tiongkok menjadi maju dimulai oleh diasporanya. Bak pepatah Minang, marantau bujang dahulu, di rumah baguno balun. Kita juga harus memiliki data perantau agar ranah dan rantau bisa bersinergi,” ujar Irman.
Ia menyebut konsep brain gain perlu dihidupkan kembali, yakni mengidentifikasi para tokoh perantau yang sukses mulai dari ulama, akademisi, profesor, hingga pelaku ekonomi untuk dikonsolidasikan dalam pembangunan daerah.
“Dengan teknologi saat ini, pendataan dan kolaborasi antara ranah dan rantau sangat memungkinkan. Ini adalah cara efektif untuk mempercepat pembangunan Agam,” tambahnya.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perantau, dan para pemangku kepentingan nasional dalam mewujudkan pembangunan Agam yang berkelanjutan dan berdaya saing.