Jum'at, 25 Juli 2014 / 27 Ramadhan 1435 H
Pertanian
Gambaran Umum Pertanian

        Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) dan Rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)Provinsi Sumatera Barat maka klasifikasi pemanfaatan ruang Kabupaten Agam adalah kawasan budidaya seluas ± 120.022 ha atau 53,7 % dari luas wilayah administrasi. Kawasan Budidaya meliputi kawasan peruntukan: hutan produksi, perkebunan, pertanian,  perikanan, pertambangan, industri, pariwisata,  permukiman dan kawasan peruntukan lainnya.

        Pembangunan pertanian merupakan sektor utama yang memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan daerah. Potensi sumberdaya lahan pertanian terbesar adalah lahan sawah dengan luas lahan baku sawah yaitu ±.28,537 ha, lahan untuk pengembangan tanaman jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai yang luas lahannya mencapai ±.7.047 ha. Rencana pengembangan peruntukan budidaya pertanian diarahkan untuk pemanfaatan secara intensif lahan yang belum dimanfaatkan dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Agam.


Jaringan Irigasi

 

        Untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman padi dimana pembangunan atau Rehabilitasi Jaringan irigasi sangat berperan sekali. Jumlah Jaringan Irigasi sampai dengan Tahun 2010 sebanyak 885 unit. Sebanyak 149 unit sudah terdaftar atau teregistrasi di Kementerian Pekerjaan Umum,  sampai dengan Tahun 2010 Jaringan irigasi sudah terbenahi sebanyak 80 unit dan setiap tahunnya dapat ditargetkan rehabilitasi sebanyak 25 unit. Sampai Tahun 2015 ditargetkan dapat terbenahi sebanyak 125 unit untuk jaringan Irigasi Primer dan Sekunder. Semenjak Tahun 2007 Jaringan tersier sudah ditangani oleh Dinas Pertanian dengan program Jides/Jitut DAK, sampai dengan Tahun 2010 sudah dilaksanakan rehabilitasi sebanyak 43 Unit. Panjang jaringan irigasi sampai dengan tahun 2010 sebagai berikut:

1. Jaringan primer : 180.151,70 Km
2. Jaringan Sekunder : 195.046,00 Km
3. Jaringan Tersier : 1.500,00 Km
4. Luas lahan budidaya : 22.529,18 Ha

 

Rasio Jaringan Irigasi Menurut Kecamatan Tahun 2010

No. Kecamatan Panjang Jaringan Irigasi

Total Irigasi

(Km)

Luas Lahan

Budidaya (ha)

Rasio
Primer Sekunder Tersier
1 Tanjung Mutiara 7.034
16.647
18.86 23,699.86
3.194,05
7,16
2
Lubuk Basung 63.431 58.756
1.500 123.687
5.955,01
6,67
3 Ampek Nagari
29.423 36.621
3.700 69.744
3.789,55
7,78
4 Tanjung Raya
61.934 33.406
  95.340
3.383,53
6,59
5 Matur  62.494 33.008
  95.502
2.598,55
5,47
6 IV. Koto 15.815 33.936
4.200
53.951
2.219,60
5,23
7 Malalak 41.001
57.298
4.200 102.499
2.165,46
4,72
8 Banuhampu 16.962
21.126
  38.088 3.302,33
7,10
9 Sungai Pua 22.240
19.140   41.380
3.518,87 6,13
10 IV. Angkek 27.860 32.074
  59.934
3.248,19
7,63
11 Candung 40.442
50.523
  90.965
3.139,92
6,96
12 Baso 30.089
26.830
  56.919
2.869,23 6,89
13 Tilatang Kamang 16.289 29.507
  45.796
4.357,99
7,69
14 Kamang Magek 26.302 28.711
  55.013
3.897,83
7,66
15 Palembayan 107.582 72.408
34.778 214.768
4.872,28
7,13
16 Palupuh 61.088 43.500   104.588
1.624,09
11,86
Jumlah 379.197,70 54.136,48 14,28