Kabupaten Agam
Ekonomi
05 Februari 2026
UMKM Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Pascabencana di Agam
Sumber :
Diskominfo Agam
AGAM — Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali menjadi instrumen penting dalam strategi pemulihan ekonomi pascabencana. Pemerintah pusat mendorong percepatan pemulihan sektor ini karena UMKM dinilai paling cepat menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Kerangka tersebut dijalankan di Kabupaten Agam, melalui program pendampingan UMKM Bangkit yang digelar Kementerian UMKM RI bersama Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) di Aula Bappeda Lubuk Basung, Rabu (5/2). Kegiatan menyasar pelaku usaha yang mengalami penurunan kapasitas produksi serta keterbatasan modal setelah bencana.
Sektor UMKM selama ini menjadi penopang utama perputaran ekonomi masyarakat nagari. Ketika bencana mengganggu produksi dan distribusi, dampaknya meluas pada pendapatan rumah tangga dan daya beli warga.
Selain pendampingan, Kementerian UMKM menyerahkan bantuan alat produksi secara simbolis kepada peserta sebagai dukungan awal pemulihan kegiatan usaha.
Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM RI, Ginda P. Siregar, menyebut program tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap proses pemulihan ekonomi daerah.
“Pendampingan UMKM Bangkit diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, sejalan dengan arahan Presiden agar pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Materi pendampingan meliputi perbaikan manajemen usaha, penyusunan recovery business plan, penyesuaian produk dan harga, serta akses pembiayaan. Peserta sebelumnya telah mengikuti tahapan pemulihan psikososial.
Bupati Agam yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andrinaldi mengatakan dukungan pemerintah pusat membantu menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.
“Program ini diharapkan membantu UMKM bangkit dan menggerakkan kembali ekonomi nagari,” kata Andrinaldi.
Kegiatan turut melibatkan praktisi usaha, akademisi, dan perbankan dalam skema pendampingan berkelanjutan bagi UMKM terdampak, dengan tujuan mendorong usaha kembali beroperasi secara bertahap.