Pilkada Sumbar 2005

Kondisi Agam selama proses pelaksanaan Pilkada, tenang di luar bergolak di dalam. Hal itu terlihat dari “gerakan” dari kelompok yang kurang puas terhadap hasil dan pelaksanaan Pilkada, seperti pantauan “Suara Media” selama palaksanaan Pilkada sampai penghitungan perolehan suara, Rabu (6/7).
Kelompok yang kurang puas tersebut adalah para pendukung dan tim sukses calon bupati/wakil bupati yang “kalah” dalam pemungutan suara, Senin (27/6). Mereka menilai pelaksanaan Pilkada sejak awal “bermasalah.” Yaitu sejak pendataan pemilih, kampanye, dan minggu tenang.
Pendataan pemilih dinilai kurang becus, karena mereka yang tidak mendapat surat panggilan untuk memilih, dan kartu pemilih cukup banyak jumlahnya. Kondisi itu menyebabkan banyak wajib pilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2005 di daerah itu.
Pada waktu kampanye juga terlihat beberapa “pelanggaran” yang mestinya ditindak tegas. Begitu juga pada masa tenang, masih ditemukan tim sukses para kandidat kepala daerah melakukan kegiatan kampanye.
Berdasarkan hal tersebut, sejak Selasa (5/7) sampai Rabu (6/7) kelompok yang kurang puas itu mendatangi gedung DPRD Agam, dan kantor Panwaslih, guna menyampaikan kekurangpuasan tersebut. Bahkan, dalam acara sidang pleno KPUD Agam, Rabu (6/7) mereka yang kurang puas itu meminta agar penetapan perolehan suara calon bupati/wakil bupati Agam dalam pemungutan suara Senin (27/6) ditunda.
Namun Ketua KPUD Agam Asrinaldi, SE, tidak bisa mengabulkan permintaan kelompok tersebut, dengan alasan permintaan itu tidak bisa membatalkan pleno KPUD Agam tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumbar,dan bupati/wakil bupati Agam.
Dalam pleno yang sempat diwarnai protes kelompok yang kurang puas tersebut, berhasil keluar sebagai peraih suara terbanyak pasangan calon gubernur/wakil gubernur Gamawan Fauzi—Marlis Rahman ( GAMA ). Pasangan GAMA memperoleh suara 18.509, di tempat kedua adalah pasangan Irwan Prayitno—Ikasuma Hamid ( 42090 ) , disusul pasangan Jeffrie Geovanie—Dasman lanin ( 30.702 ). Tempat ke-empat diduduki pasangan M. Kapitra Ampera—Dalimi Abdullah ( 23.040 ), dan pasangan Leonardy Harmainy ( 18.509 ).
Untuk calon bupati/wakil bupati Agam, saat berita ini diketik ( pukul 16.30 Wib ) penghitungan belum dimulai. Karena penghitungan dipending untuk memberi kesempatan kepada para saksi dan peserta pleno melakukan shalat asahr. Namun menurut data terakhir yang diperoleh Suara Media, Pasangan H. Aristo Munandar—Ardinal Hasan ( AMANAH ) memperoleh suara 60.184 ( 40,81 persen dari suara syah ). Perolehan itu jauh melampaui rival terdekatnya, pasangan H. Gustiar Agus—Rafdinal, yang hanya memperoleh suara sekitar 29.000.

Sembilan Kasus

Menurutnya Ketua Panwaslih Agam, Raymon, saat ini Panwaslih Pilkada Agam sedang mengusut 9 kasus dugaan pelanggaran, yang bernuansa pidana.
“Kami punya banyak bukti pelanggaran, yang akan diproses secepatnya,” ujarnya.
Walau demikian, pelaksanaan Pilkada di Agam cukup kondusif. Dalam artian tidak terjadi pelanggaran yang mengarah kepada terjadinya gesekan di tengah masyarakat. Hal itu disebabkan rasa “badunsanak” di tengah msyarakat Agam sampai saat ini masih kental.

Di samping itu, kemaren mobil salah seorang pegawai Bappeda Agam dicoret dengan cat pilok merah. Di dinding mobil samping kiri-kanan, dan belakang dicoret dengan membuat angka dua. Mobil berwarna biru itu diketahui dicoret orang tidak dikenal itu, berat dugaan ada kaitannya dengan pelaksanaan Pilkada yang baru lalu.
“Mungkin pemiliknya diduga ikut mendukung salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati Agam,” ujar beberapa sumber.
Kasus itu sudah dilaporkan pemiliknya ke Polres Agam, guna pengusutan lebih lanjut. Sampai saat ini belum diketahui siapa pelaku yang ringan tangan itu. di samping itu kasus itu juga sudah dilaporkan ke Panwaslih Pilkada Agam, Rabu (5/7

Share This Post: