Empat Nagari Di Agam Telah Sediakan Lokasi Pembangunan BTS Tanpa Ada Pungutan

Empat Nagari Di Kabupaten Agam telah menyediakan lokasi pembangunan base transceiver station (BTS) atau tower jaringan telekomunikasi di daerah terpencil  tanpa ada pungutan biaya atau hak pakai.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam Fauzan Helmy Hutasuhut, AP, S.Sos, MAP, di ruangan kerjanya, Kamis (9/8).
Fauzan Menambahkan, Empat nagari tersebut adalah, Nagari Pasia Laweh, Koto Rantang, Tigo Koto Silungkang dan Silareh Aia.
"Pemasangan BTS atau tower jaringan telekomunikasi di daerah terpencil bertujuan agar memudahkan warga untuk mengakses internet atau berkomunikasi dengan saudara melalui telepon genggam dan pengusulannya bakal diajukan saat Musrenbang tingkat kabupaten dan provinsi," kata Fauzan Helmy Hutasuhut.”
Pada 2017, pihaknya telah mengusulkan pembangunan BTS saat Musrenbang. Pembangunan ini menggunakan dana iuran wajib provider ke pemerintah.

Setelah dinilai tim pusat, Agam tidak mendapatkan pembangunan BTS karena pembangunan itu diutamakan di daerah 3T.

"Agam tidak termasuk daerah 3T di Sumbar, sehingga belum direalisasikan oleh pemerintah pusat," katanya.

Dengan kondisi itu, Diskominfo Agam berusaha semaksimal mungkin agar pembangunan BTS bisa direalisasi dan melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Lalu kembali mengusulkan pembangunan BTS pada tahun ini.
Fauzan berharap usulan ini diterima dan terealisasikan pada musrenbang tersebut, sehingga visi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam yaitu Agam Smart Regency bisa terwujud dan dirasakan langsung oleh masyarakat terutama di daerah terpencil, tutupnya.

 


Share This Post: