Data Perspektif Gender

Pengertian Gender
Gender adalah pandangan atau keyakinan yang dibentuk masyarakat tentang bagaimana seharusnya seseorang perempuan atau laki-laki bertingkah laku maupun berpikir. oleh sebab itu, gender dapat berubah.Pada dasarnya secara fungsional dan tugasnya, setiap perempuan dan laki-laki sama-sama mempunyai  kewajiban yang mulia yang tidak bisa tergantikan, Pembagian peran dan fungsi serta kedudukan perempuan dan laki laki dipandang  sama-sama pentingnya dalam upaya tercapainya kebahagiaan yang hakiki di bawah keridhaan Allah semata.

 

1.1.    Latar Belakang

 

Terbatasnya ketersediaan data gender menimbulkan kesulitan dalam pengukuran kesenjangan pencapaian pembangunan, baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, antara lain ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). IPM merupakan ukuran kualitas hidup berbasis pada kapabilitas dasar penduduk yang diperluas. Sedangkan IPG mengukur hal yang sama tetapi terfokus pada faktor ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan. Sementara itu IDG mengukur partisipasi aktif perempuan pada kegiatan ekonomi dan politik dalam pengambilan keputusan yang pada prinsipnya  IDG melihat sejauh mana kapabilitas yang dicapai perempuan dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan.
Agenda pembangunan pasca era  Millenium Development Goals (MDG’s) adalah SDGs (Sustainable Goals) dimana isu gender masih menjadi salah satu agenda pembangunan. Adapun tujuan pembangunan gender yang ingin dicapai adalah mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan.


Permasalahan ketidakadilan gender ditunjukkan oleh rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, tingginya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu masih banyaknya peraturan perundang-undangan, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang bias gender, diskriminatif terhadap perempuan dan anak, serta lemahnya kelembagaan dan jaringan pengarusutamaan gender serta kelembagaan yang peduli anak termasuk keterbatasan data terpilah menurut jenis kelamin. Hal ini berarti ketidakadilan gender di berbagai bidang pembangunan merupakan masalah yang masih dihadapi di masa mendatang.


Menindaklanjuti persoalan di atas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan sebagai upaya memfasilitasi dan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan ketersediaan data gender menurut jenis kelamin di daerahnya melalui Permen Nomor 06 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Data Gender dan Anak. Kebijakan ini bertujuan untuk memberi acuan pelaksanaan bagi pemerintah daerah dalam upaya pelaksanaan pengumpulan, pengolahan dan analisis data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

 

 

1.2.    Tujuan

Penyusunan buku ini bertujuan untuk :

1. Meningkatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data perspektif gender

2. Meningkatkan pemahaman seluruh pihak terkait tentang pentingnya data gender bagi penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan dan program daerah Kabupaten Agam.

3. Meningkatkan komitmen untuk menggunakan statistik dan analisis gender dalam melakukan penyusunan perencanaan dan monitoring berbagai program dan kegiatan di Kabupaten Agam.

4. Sebagai bahan untuk mengambil kebijakan untuk perencanaan pembangunan yang responsif gender melalui PPRG.

 

Berdasarkan data perspektif gender Kabupaten Agam tahun 2018, dapat kita lihat masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaan dan perwujudan kesetaraan dan keadilan gender. Beberapa isu penting dan untuk lebih di perhatikan adalah :
1.         Ketersediaan Data
a.    Menjadikan Data Terpilah sebagai isu strategis untuk di programkan dan dilaksanakan pada masing-masing OPD baik di Tingkat Kabupaten maupun di Tingkat Kecamatan dan Nagari.
b.    Ketersediaan Data Terpilah sangat penting dalam menyelesaikan ketimpangan dan keadilan gender pada semua bidang pembangunan, yang idealnya akan memiliki pendekatan spesifik sesuai kebutuhan.
c.    Meminimalisir panduan format dan deskripsi data yang sesuai dengan kebutuhan analisis gender pada setiap indikator pembangunan. Hal ini akan sangat membantu komunikasi dan koordinasi data yang bersifat sektoral.


2.    Beberapa Isu Menarik Pada Bidang Pembangunan Pemberdayaan Perempuan
a.    Pendidikan
Tingginya angka siswa perempuan dibandingkan dengan siswa laki-laki yang melanjutkan ke perguruan tinggi di Kabupaten Agam, yang merupakan Kesenjangan Gender di Bidang Pendidikan sudah tidak dipermasalahkan lagi di tengah-tengah keluarga, anak laki-laki dan anak perempuan sudah dibolehkan sama-sama melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
b.    Kesehatan
Isu Nasional mengenai partisipasi aktif laki-laki dalam ber-KB sudah ada sejak Tahun 1994, namun sampai saat ini masih belum diperoleh hasil yang signifikan. Sebagai daerah dengan dinamika kehidupan sosial yang relatif stabil, perlu dicari terobosan terbaru yang dapat mengangkat nama Kabupaten Agam yang mempelopori kampanye peran aktif laki-laki dalam ber- KB meskipun  sampai tahun 2017  angka partisipasi KB Pria Aktif hanya mencapai angka 6,18% yang sangat jauh lebih rendah dibanding Peserta KB Perempuan aktif sebesar 93,82%.
c.    Peranan Perempuan di Sektor Publik
Masih perlu dipersiapkan perempuan-perempuan yang berpotensi dan tertarik untuk terjun ke dunia politik praktis (partisipasi dalam bidang legislatif) sejak dari sekarang. Persiapan itu bisa dalam bentuk pendidikan dan pembekalan terhadap kader-kader dan simpatisan dari partai politik. Sehingga pada pemilu berikutnya kita sudah memiliki caleg-caleg perempuan yang siap bersaing di ranah politik.

d.    Kekerasan Terhadap Perempuan
Menarik untuk dilakukan pengkajian terhadap kebijakan/ peraturan yang telah di buat dan dilaksanakan pada jajaran pemerintahan, apakah berpotensi menimbulkan diskriminasi serta tindakan kekerasan terhadap perempuan karena sampai tahun 2017 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana melalui P2TP2A terus mengalami peningkaan setiap tahun, tetapi hal ini tidak berarti ada peningkatan kasus KDRT di Kabupaten Agam. Di sisi lain, hal ini menunjukkan mulai adanya keberanian dari masyarakat terutama perempuan dan anak melaporkan kasus kekerasan yang dialami.


Berdasarkan kesimpulan dari buku Persepektif Gender Kabupaten Agam tahun 2018, maka beberapa hal yang dapat dilakukan adalah :

1. Perlu dilakukan koordinasi, kerjasama dan komunikasi yang lebih baik antar lembaga-lembaga yang terlibat dalam program pengarusutamaan gender untuk dapat membuka dan membagi informasi dengan mudah dan efektif.

2. Perlu dilakukan kajian mendalam terhadap peranan dan keterlibatan lembaga-lembaga pengarusutamaan gender dan anak dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan gender di Kabupaten Agam.


Program penyusunan Buku Data Perspektif Gender Kabupaten Agam diperlukan setiap tahun untuk mendorong ketersediaan data gender yang berkuantitas dan berkualitas di semua bidang instansi terkait. Diharapkan data dan informasi gender nantinya merupakan data yang mudah didapat. Dengan disusunnya buku ini secara berkesinambungan juga akan membantu ketersediaan data  gender yang lengkap, akurat, mutakhir, berkelanjutan dan relevan. Dengan demikian ini akan menjadi bahan rujukan dalam perumusan kebijakan mulai perencanaan, sampai pemantauan dan evaluasi program-program pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. 


Informasi lebih lanjut tentang Data Gender Kabupaten Agam dapat diperoleh di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jalan Dr .Moh Hatta Lubuk Basung. No. Telp. 0752- 76084.

Kontak Person, Yulhendri, SKM,M.Kes 08126798953.

 

Klik Disini 
 


Untuk Donwload Buku Klik Ico Disket Di Bawah Ini


BUKU DATA PERSPEKTIF GENDER AGAM 2018
Data Gender tahun 2017
Dokumen PPRG (GAP dan GBS) Agam