31 Agustus 2017

-

Temu Ramah dan Silaturrahmi dengan Perantau Palembayan ( Malaysia & Indonesia) dengan Tema “ Mampaharek Silaturahmi antaro rantau jo kampuang halaman”

-

Melepas Pawai Takbiran dalam Rangka Menyambut dan Memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 24 November 2017 / 5 Rabiul Awwal 1439 H
Berita Detil

Rabu, 05/07/2017  12:06 WIB

Rakik-rakik Warnai Malam Takbiran Di Salingka Danau Maninjau

Rakik-rakikWarnaiMalamTakbiranDiSalingkaDanauManinjau.jpg

Acara “Rakik-Rakik,” merupakan salah satu tradisi Anak Nagari Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dalam rangka memeriahkan malam takbiran menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Satu (26/6).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Agam, Hadi Suryadi, tradisi tersebut sudah ada sejak lama. Bahkan sejak zaman penjajahan tempo doeloe, dan berkembang sampai ke alam kemerdekaan.

Dulu, pertunjukan rakik-rakik dimeriahkan hampir seluruh anak nagari nagari di salingka Danau Maninjau. Bahkan bentuk rakik-rakik pernah dilombakan antar nagari. Menjelang malam takbiran, para pemuda membuat rakik (rakit) bamboo yang dihias dengan lampu obor dan lampion, sehingga terlihat indah dan megah di perairan danau.

Rakik-rakik berlayar di danau, sekali-sekali terdengar dentuman meriam bambu. Itu, menurut para sesepuh, merupakan lambang perlawanan terhadap penjajah. Dentuman meriam bambu itu diibaratkan tembakan meriam benaran terhadap penjajah.

Suasana makin terasa meriah,dan sakral, ketika lantunan takbir ikut berkumandang. Pertunjukan tambua tansa semakin memantapkan acara tersebut, bahkan lebih meriah dari perayaan malam pergantian tahun, sebelum dilarang di daerah itu.

“Malam takbiran lebaran kali ini, para pemuda dan pengurus Masjid Gasang, sudah memberitahukan akan mengadakan acara barakik-rakik. Namun diyakini, dalam skala berbeda, pada umumnya di beberapa nagari di Salingka Danau Maninjau, pesta sejenis dilaksanakan anak nagari, ujar Hadi.

Disebutkannya, yang resmi melaporkan kegiatan rakik-rakik, baru panitia rakik-rakik Masjid Gasang. Panitianya sudah melaporkan kegiatannya kepada pihak Disparpora Agam.

Lebih lanjut Hadi menyebutkan, pada malam takbiran objek wisata di wilayah itu ditutup, sebagaimana pada malam pergantian tahun. Walau demikian, petugas keamanan bersama para pemuda sekitar objek akan menjaga dan mengawasi objek dimaksud, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada para pemuka masyarakat, bersama Parik Paga Nagari, diharapkan ikut menjaga objek wisata di wilayah itu, agar tidak digunakan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada warga, terutama para pendatang yang merayakan malam takbiran, diharapkan tidak menodai kesucian malam tersebut dengan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: